Mengapa b-book begitu populer?

Broker sering menerapkan model pengelolaan risiko secara internal untuk mengeksekusi transaksi dalam ekosistem mereka menggunakan data pasar dari penyedia. Meskipun hemat biaya dan andal, pendekatan ini memiliki sejumlah kekurangan.

Model ini menciptakan konflik kepentingan antara broker dan trader karena broker memperoleh keuntungan dari kerugian trader. Ketika trader semakin efektif, biaya perusahaan meningkat dan daya saing menurun.

Untuk menyeimbangkan proses tersebut, broker harus terus menarik klien baru, yang meningkatkan risiko operasional.

Selain itu, broker dapat menghadapi kurangnya transparansi dalam proses penetapan harga, yang menghasilkan harga kurang menguntungkan bagi klien.

Kelebihan dan Kekurangan b-book

Model ini sangat populer dalam industri trading karena sejumlah keunggulannya:

  • Eksekusi cepat dalam kondisi normal;
  • Eksekusi andal terlepas dari volume pasar yang tersedia;
  • Broker dapat memperoleh keuntungan ketika trader mengalami kerugian.

Model eksekusi b-book murni juga menghadirkan tantangan besar, antara lain:

  • Biaya meningkat seiring peningkatan keterampilan trader;
  • Kerugian mengurangi nilai klien sepanjang siklus hidup;
  • Broker terjebak dalam siklus yang hanya memungkinkan peningkatan pendapatan melalui penambahan klien baru.

Putus Siklus Ini

Untuk menghindari risiko operasional, sesuaikan model eksekusi dan temukan keseimbangan antara model risiko internal murni dan model hybrid. Broker yang efisien melakukan hedging untuk mengurangi risiko.  

Model eksekusi hybrid menggabungkan elemen a-book dan b-book serta menawarkan sejumlah keunggulan. 

  • Model ini memungkinkan broker mengelola risiko secara efektif dengan melakukan hedging transaksi klien kepada penyedia likuiditas sambil mempertahankan sebagian risiko secara internal. 
  • Broker dapat menawarkan spread lebih kompetitif dan komisi lebih rendah kepada trader. 
  • Model ini memungkinkan broker memanfaatkan likuiditas pasar dan likuiditas internal untuk memastikan transaksi dieksekusi secara efisien dengan slippage minimal.

Cara terbaik untuk menerapkannya adalah dengan Liquidity Bridge multi-platform dari Brokeree Solutions.

Gunakan Liquidity Bridge untuk membuat berbagai kelompok eksekusi transaksi; teruskan trader berkinerja tinggi ke LP dan proses kelompok lain secara internal.

 

Brokeree Liquidity Bridge


Liquidity Bridge multi-server merupakan solusi komprehensif yang menggabungkan eksekusi order canggih, agregasi likuiditas pintar, dan pengelolaan risiko.

Platform trading yang didukung: MT4, MT5, DXtrade CFD, cTrader

  • Eksekusi order hybrid yang fleksibel;
  • Agregasi kuotasi pintar;
  • Lebih dari 30 penyedia likuiditas terintegrasi.

 

Company Type(Required)
Platform

Manfaat bagi Perusahaan Broker

Dipercaya oleh

Hubungi kami untuk mengetahui harga

Dapatkan penawaran harga